Penyebab Keputihan Pada Wanita Yang Disertai Bercak Darah

Penyebab Keputihan Pada Wanita Yang Disertai Bercak Darah - Keputihan memang kerap terjadi pada wanita. Saat keputihan masih dalam batas normal, yaitu berwarna putih jernih dan datang jarang-jarang, tentunya Anda tidak begitu khawatir. Lalu bagaimana jika keputihan tersebut disertai bercak darah? Indikasi apa ini? Dan apa penyebabnya? Yuk, simak beberapa ulasan berikut ini.

Penyebab Keputihan Pada Wanita Yang Disertai Bercak Darah

Kanker Serviks


Keputihan disertai dengan adanya bercak merah merupakan indikasi dari adanya kanker serviks dalam rahim perempuan. Jika ini terjadi, segeralah konsultasikan dengan pihak dokter untuk mendapatkan penanganan dini dan perawatan yang tepat.

Vagina dan Serviks dalam Kondisi Abnormal


Bercak darah yang muncul saat keputihan bisa juga merupakan indikasi dari adanya ketidaknormalan pada vagina dan juga rahim perempuan. Kemungkinan lain adalah adanya kista dan juga kanker sebagai efek dari proses reproduksi.

Luka Pada Vagina


Vagina yang terluka entah karena apapun akan mengeluarkan darah. Darah inilah yang akan keluar bersamaan dengan keputihan.

Pregnancy


Keluarnya darah juga merupakan tanda-tanda awal kehamilan. Bercak tersebut biasanya keluar bersamaan dengan keputihan. Akan tetapi, jika keluarnya darah terus-menerus tiada henti, akan lebih baik untuk mengecek kondisi kesehatan Anda ke pihak medis.

Konsumsi KB


Hampir setiap wanita yang berumah tangga saat ini memakai KB entah itu KB suntik, spiral maupun KB pil.  Konsumsi pil KB dalam durasi yang lama, misalkan lebih dari 5 tahun akan berakibat buruk pada kesehatan wanita sebab ada proses alamiah dalam tubuh yang dipaksa berhenti. Sebab itu, usahakan untuk tidak terlalu lama mengikuti KB.

Terlalu Dini Melakukan Hubungan Intim


Hubungan seksual terlalu dini akan berakibat kurang baik pada kesehatan. Salah satunya adalah menyebabkan kanker serviks serta luka pada vagina. Paling tidak lakukan hubungan intim bersama suami atau istri pada usia lebih dari 18 tahun.

Lemahnya Sistem Imun Tubuh


Sistem kekebalan tubuh masing-masing orang berbeda-beda. Ada yang kuat, cukup kuat dan ada juga yang lemah. Jika Anda memiliki kekebalan tubuh yang rendah karena faktor tertentu, besar kemungkinan risiko kanker mulut rahim akan menyerang.

Merokok


Merokok adalah aktivitas yang digemari oleh public secara umum namun sejatinya tidak membawa manfaat apapun. Zat-zat yang terkandung dalam rokok akan mengstimulus atau merangsang tumbuhnya kanker, salah satunya adalah kanker serviks yang ditandai dengan keluarnya darah saat keputihan.

Akan Haid


Tahap pramenstruasi juga ditandai dengan keluarnya bercak darah sedikit demi sedikit yang keluar bersamaan dengan keputihan.

Vagina Tidak Bersih


Higienitas vagina harus terus dijaga sesuai dengan cara yang direkomendasikan oleh para dokter. Anda bisa memilih cara alami maupun medis yang aman untuk vagina Anda. Vagina yang tidak bersih akan memicu munculnya keputihan dan tidak menutup kemungkinan disertai dengan keluarnya bercak darah.

Ganti-ganti Pasangan


Nah, konsisten berhubungan intim hanya dengan satu pasangan akan jauh tidak berisiko daripada jika gonta-ganti pasangan. Akibat fatal dari aktivitas ini adalah munculnya kanker serviks yang semakin hari akan semakin parah. Tidak menutup kemungkinan pula akan tertular penyakit berbahaya.

Melahirkan Banyak Anak


Melahirkan banyak anak apalagi dengan jarak yang cukup singkat antara satu anak dan anak yang lain akan berpotensi menyebabkan pendarahan pada vagina. Untuk itu, kontrol kelahiran dengan mengkonsumsi KB yang sehat dan tidak dalam durasi yang lama.

Memakai Sabun Pembersih Vagina


Sering kali perempuan membeli sabun pembersih Miss V di pasaran tanpa resep dokter. Sabun tersebut bisa jadi berpotensi memiliki zat-zat yang tidak direkomendasikan untuk dipakai pada organ vital manusia. Pilihlah sabun pembersih Miss V yang sehat dan sesuai saran ahlinya. 


Baca selengkapnya

Penyebab Keputihan Setelah Melahirkan dan Tips Menghilangkannya

Penyebab Keputihan Setelah Melahirkan dan Tips Menghilangkannya - Keputihan bisa menyerang siapa saja. Mereka yang potensial mengalami keputihan adalah orang yang hidupnya kurang sehat, memiliki beban mentaal dan stress yang berat, serta orang yang mengalami masalah perubahan hormon. Perubahan hormon juga bisa menyebabkan terjadinya masalah keputihan. Perubahan hormon yang dimaksud adalah seperti ketika seorang wanita mengalami menstruasi dan juga mengalami kehamilan. Wanita yang telah melahirkan juga bisa mengalami masalah keputihan, bisa masalah keputihan normal bisa juga masalah keputihan yang akut. Oleh karena itu setiap wanita perlu mengetahui apa saja Penyebab Keputihan Setelah Melahirkan dan Tips Menghilangkannya.

Penyebab Keputihan Setelah Melahirkan dan Tips Menghilangkannya

Penyebab Keputihan Setelah Melahirkan


Pada saat hamil, wanita sering kali mengalami keputihan karena perubahan hormon seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Akan tetapi setelah melahirkan, sesungguhnya keputihan tersebut akan berhenti dan berganti dengan pendarahan yang normal. Pendarahan setelah melahirkan ini sering disebut dengan nama Lochia.

Lochia merupakan salah satu hal yang umum terjadi setelah anda melahirkan. Pendarahan ini akan berlangsung selama beberapa hari. Pendarahan ini hampir mirip dengan menstruasi. Ketika anda tidur terlalu lama, darah yang berkumpul dapat membentuk gumpalan ketika dikeluarkan. Pendarahan yang terjadi setelah melahirkan ini akan semakin berkurang setelah 2 hingga 4 hari. Setelah pendarahan berkurang maka akan keluar cairan yang lebih bening dan berwarna pink. Warna merah akan berkurang sedikit demi sedikit. Sekitar 10 hari setelah melahirkan warna pink akan berubah menjadi lebih kekuningan sehingga mirip dengan cairan keputihan. Hal inilah yang menyebabkan banyak orang mengira bahwa setelah melahirkan akan muncul keputihan. Cairan dengan warna putih kekuningan ini merupakan sel darah merah dan juga sel dari dinding uterus yang mengalami penyembuhan, Jadi anda tidak perlu khawatir.

Mengatasi Keputihan Setelah Melahirkan


Setelah anda melahirkan, uterus anda akan menyembuhkan dirinya sendiri. Pada saat ini, anda harus menjaga kebersihan area kewanitaan anda dengan baik. Caranya adalah dengan menggunakan pembalut khusus dan menggantinya sesuai dengan perintah dari dokter. Hal ini penting untuk menghindarkan infeksi pada saluran reproduksi yang sedang melakukan penyembuhannya sendiri. Jika terjadi infeksi maka anda akan mengalami keputihan yang semakin parah setelah anda melahirkan.

Pada dasarnya keputihan setelah melahirkan akan sembuh dengan sendirinya jika ditangani dengan baik. Akan tetapi jika pendarahan dan keputihan menjadi semakin parah, anda bisa segera menghubungi dokter anda. Lalu kapan anda harus menghubungi dokter? Anda perlu mendapatkan bantuan medis ketika beberapa hal ini terjadi pada anda :
  • Darah yang keluar setelah melahirkan tidak kunjung berkurang setelah 4 hari
  • Mengalami keputihan yang disertai dengan bau yang menyengat, deman dan juga mengigil
  • Mengalami pendarahan yang parah
  • Mengalami penggumpalan darah dengan besar lebih dari bola golf.

Keputihan yang disertai dengan bau yang menyengat dan juga demam bisa saja merupakan salah satu pertanda infeksi setelah melahirkan, sedangkan adanya penggumpalan darah yang besar dapat merupakan salah satu tanda pendarahan setelah melahirkan.

Menghilangkan Keputihan Setelah Melahirkan


Jika anda mengalami masalah keputihan setelah melahirkan, anda mungkin tidak bisa menghilangkannya secara langsung, tapi anda bisa mengontrolnya agar berangsur-angsur membaik. Untuk mengontrol masalah keputihan ini, anda bisa melakukan beberapa langkah berikut ini :
  • Membersihkan area kewanitaan lebih sering dengan sabun yang khusus dan amanMenyusui anak
  • Buang air besar lebih sering
  • Cukup istirahat
  • Menghindari penggunaan celana dalam yang terlalu ketat.

Penyebab Keputihan Setelah Melahirkan dan Tips Menghilangkannya sudah dijelaskan dengan detail, semoga informasi tersebut dapat membantu anda mengatasi masalah keputihan seteleh melahirkan dengan lebih terarah.

Baca selengkapnya

4 Obat Untuk Mengatasi Keputihan Yang Alami dan Aman Tanpa Efek Samping

4 Obat Untuk Mengatasi Keputihan Yang Alami dan Aman Tanpa Efek Samping - Masalah keputihan memang merupakan masalah yang mengganggu, akan tetapi keputihan merupakan penyakit yang sering kali menyerang wanita dalam waktu yang lama, pengobatan utama dari masalah keputihan adalah dengan menggunakan antibiotik. Seperti yang kita tahu konsumsi antibiotik dalam waktu yang lama bukan merupakan pilihan yang terbaik. Lalu bagaimana kita mengatasi keputihan yang sering datang dan pergi? Untuk mengatasinya, anda bisa menggunakan Obat Untuk Mengatasi Keputihan Yang Alami dan Aman Tanpa Efek Samping.

4 Obat Untuk Mengatasi Keputihan Yang Alami dan Aman Tanpa Efek Samping


Keputihan sering kali menyerang wanita karena kurangnya kesadaran untuk menjaga kesehatan alat reproduksi. Oleh karena itu, untuk menghindari dilakukannya pengobatan untuk masalah keputihan, anda bisa mencegahnya dengan lebih memperhatikan kesehatan alat reproduksi anda. Sayangnya jika anda telah mengalami keputihan, cara paling baik untuk menghentikannya adalah dengan menggunakan pengobatan. Berikut ini adalah beberapa pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah keputihan.

Pisang


Salah satu bahan alami yang akan membantu anda mengatasi keputihan adalah buah pisang. Buah pisang adalah salah satu buah yang sering kali digunakan untuk melakukan diet. Selain baik untuk melakukan diet, ternyata buah pisang baik untuk masalah keputihan. Selain untuk menyembuhkan, konsumsi pisang setiap hari juga akan membantu mencegah masalah keputihan. Anda bisa mengkonsumsi buah pisang yang matang setiap hari secara langsung atau dengan mencampurkannya dengan madu atau susu.

Bubuk Jahe


Salah satu bumbu yang dapat digunakan untuk mengatasi maslaah keputihan adalah bubuk jahe. Bubuk jahe sebanyak 2 sendok teh untuk menyembuhkan masalah keputihan ini bisa dicampurkan dengan air sebanyak 250 ml dan di rebus. Perebusan dilakukan hingga air hanya bersisa setengah dari jumlah air semula. Untuk mendapatkan penyembuhan, anda bisa mengkonsumsi campuran ini selama 3 minggu dan anda akan mendapati keputihan anda berkurang drastis.

Fenugreek


Fenugreek adalah salah satu bahan yang populer dengan wanita, salah satunya adalah digunakan untuk mengatasi masalah keputihan. Untuk mendapatkan manfaat pencegahan keputihan dengan menggunakan fenugreek anda bisa mencampurkan 1 sendok teh biji fenugreek pada air. Diamkan biji di dalam air selama selamam penuh, setelah itu pisahkan air dengan biji yang direndam. Air hasil rendaman ini kemudian di campurkan dengan madu sebanyak setengah sendok teh. Setelah itu anda bisa langsung mengkonsumsi minuman tersebut pada saat perut belum diisi apapun. Anda bisa melakukan ritual ini setiap hari selama anda masih mengalami masalah keputihan.

Selain untuk diminum, pengobatan dengan Biji fenugreek ini bisa juga digunakan sebagai air pembasuh vagina. Caranya adalah dengan mencampur biji fenugreek sebanyak 2 sendok teh dengan 1 liter air. Campuran tersebut kemudian di rebus selama 30 menit, setelah mendidih pisahkan biji dengan air dan gunakan untuk membasuh vagina ketika air sudah dingin.

Daun Jambu Biji


Hal yang penting untuk menghilangkan masalah keputihan anda adalah dengan menggunakan antibiotik. Daun jambu biji memiliki khasiat yang sama dengan daun sirih yaitu sebagai antibotik alami. Bagi anda yang mengalami masalah keputihan, anda bisa menggunakan air rebusan daun jambu biji yang sudah didinginkan sebagai air pembasuh vagina. Ketika merebus pastikan air rebusan hanya tinggal setengahnya agar konsentrasi dari antobiotik alami ini semakin tinggi.

Jika Obat Untuk Mengatasi Keputihan Yang Alami dan Aman Tanpa Efek Samping ini tidak menunjukkan hasil yang baik, maka anda harus segera mengunjungi dokter khusus, hal ini disebabkan karena keputihan yang parah bisa saja terjadi karena masalah infeksi yang parah seperti penyakit kelamin.


Baca selengkapnya

Jenis jenis Keputihan, Penyebab, Pencegahan, dan Cara Menghilangkannya

Jenis jenis Keputihan, Penyebab, Pencegahan, dan Cara Menghilangkannya - Jenis jenis Keputihan, Penyebab, Pencegahan, dan Cara Menghilangkannya merupakan pengetahuan dasar yang wajib dimiliki oleh wanita. Wanita merupakan makhluk yang indah tapi rentan mengalami penyakit yang berhubungan dengan alat reproduksinya. Mengapa? Salah satunya adalah karena lokasi daerah kewanitaan yang tersembunyi yang menyebabkannya mudah mengalami masalah-masalah.  Selain itu kurangnya pendidikan mengenai kesehatan reproduksi wanita membuat wanita menjadi semakin rentan terhadap masalah tersebut.


Salah satu masalah utama yang sering dihadapi wanita terkait dengan masalah reproduksinya adalah masalah keputihan. Keputihan adalah hal yang sering dialami wanita bahkan merupakan hal yang umum. Meski ada keputihan yang normal atau umum, ada juga keputihan yang parah yang bisa jadi merupakan tanda-tanda penyakit lain yang berbahaya.

Apa Itu Keputihan?


Keputihan sesungguhnya merupakan reaksi alami dari tubuh wanita. Reaksi ini berlaku ketika vagina sedang kotor atau karena adanya jamur. Namun keputihan ada juga yang merupakan tanda-tanda dari penyakit lain yang berbahaya, oleh karena itu penyakit keputihan bisa dibagi menjadi 2 yaitu keputihan yang normal dan juga keputihan yang tidak normal.

Keputihan yang normal memiliki ciri fisik berupa keluarnya lendir yang berwarna putih. Sedangkan untuk keputihan yang tidak normal lendir yang keluar biasanya memiliki warna kuning atau bahkan kehijauan. Keputihan normal bentuk dan baunya tidak terlalu mengganggu, sedangkan keputihan yang berbahaya akan mengeluarkan bau-bau yang tidak sedap yang menyengat.

Ketika anda mengalami keputihan yang parah, keputihan tersebut akan disertai dengan rasa gatal yang parah serta rasa sakit dan nyeri di daerah panggul. Ketika anda mengalami masalah keputihan ini anda juga akan merasa kurang nyaman ketika buang air kecil karena rasa nyeri yang terjadi.

Penyebab Keputihan


Seperti yang disebutkan sebelumnya, keputihan ada 2 macam. Karena ada 2 jenisnya, penyebabnya juga berbeda. Untuk keputihan yang normal, penyebabnya merupakan siklus normal yang dialami oleh tubuh. Yaitu pembersihan secara alami. Keputihan secara normal ini sering kali terjadi ketika seseorang akan mengalami perubahan hormon seperti pada saat akan menstruasi dan juga pada saat hamil. Sedangkan untuk keputihan yang parah, penyebabnya bisa karena jamur, virus dan juga bakteri. Masalah keputihan yang parah ini bisa juga dipicu karena tekanan mental yang tinggi. Tekanan mental ini dapat menyebabkan rasa stress yang tinggi sehingga menyebabkan daya tahan tubuh menurun sehingga jamur dapat berkembang lebih bebas.

Pencegahan dan Pengobatan Keputihan


Jika bicara masalah keputihan, terkadang keputihan tidak bisa dicegah terutama keputihan yang normal. Hal ini disebabkan karena keputihan tersebut memang merupakan bagian penting dari vagina wanita yaitu untuk melakukan pembersihan vagina. Tapi jika keputihan yang parah, anda tentu saja bisa mencegahnya.

Keputihan yang parah bisa dipicu karena banyak hal, mulai dari rasa stress yang berlebihan, perubahan nutrisi yang didapatkan oleh tubuh dan juga gaya hidup yang tidak sehat. Gaya hidup yang tidak sehat ini antara lain adalah tidak membersihkan diri secara teratur dan juga aktivitas seksual yang tidak sehat. Aktivitas seksual yang teramasuk tidak sehat adalah aktivitas hubungan seksual dengan pasangan yang berganti-ganti. Hal ini bisa menyebabkan anda lebih mudah tertular virus penyebab penyakit kelamin seperti gonore yang menyebabkan keputihan yang parah.

Untuk masalah keputihan yang disebabkan karena jamur, anda bisa mengganti pakaian dalam sesering mungkin saat sudah terasa tidak nyaman. Hindari juga penggunaan dalaman yang terlalu ketat yang bisa meningkatkan potensi keputihan yang parah.

Untuk mengobati masalah keputihan yang normal, anda bisa menggunakan antibiotik yang alami seperti menggunakan daun sirih. Jika pengobatan ini tidak menghasilkan penyembuhan atau keputihan yang terjadi semakin parah maka anda perlu pertolongan medis untuk mengetahui Jenis jenis Keputihan, Penyebab, Pencegahan, dan Cara Menghilangkannya.



Baca selengkapnya

Ciri ciri Keputihan Akut/ Parah, Penyebab, Serta Cara Mengobatinya

Penting untuk Wanita! Ciri ciri Keputihan Akut/ Parah, Penyebab, Serta Cara Mengobatinya - Setiap wanita harus mengetahui Ciri ciri Keputihan Akut/ Parah, Penyebab, Serta Cara Mengobatinya. Hal ini disebabkan karena alat reproduksi wanita yang tersembunyi menyebabkan wanita lebih riskan mengalami penyakit-penyakit yang berhubungan dengan alat reproduksinya. Keputihan pada dasarnya merupakan siklus alami dari alat reproduksi wanita. Keputihan yang normal merupakan reaksi alami dari alat reproduksi yang digunakan untuk membersihkan vagina yang bermasalah karena kotoran yang masuk. Oleh karena itu keputihan dapat dikatakan reaksi yang baik karena artinya sistem reproduksi berperilaku dengan benar. Akan tetapi kondisi keputihan ini bisa semakin parah. Parahnya keputihan yang terjadi sesungguhnya bukan hal yang perlu mendapatkan perhatian, tapi penyebab keputihan parah tersebutlah yang perlu di tangani dengan serius.

Ciri ciri Keputihan Akut/ Parah, Penyebab, Serta Cara Mengobatinya

Bahaya Keputihan yang Parah


Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, keputihan merupakan reaksi dari vagina untuk membersihkan diri. Jika keputihan terjadi secara tidak normal maka dapat di ketahui bahwa alat reproduksi sedang diserang oleh virus atau bakteri yang bisa menyebabkan infeksi. Infeksi inilah yang menyebabkan terjadinya keputihan yang tidak normal. Mikro organisme yang menyebabkan terjadinya keputihan yang parah ini sangat banyak jenisnya, seperti bakteri vaginosis, gonore, jamur, herpes dan masih banyak lainnya.

Penyebab keputihan yang tidak normal ini bisa terjadi karena faktor kebersihan yang kurang dan bisa juga disebabkan karena hubungan seksual yang tidak sehat. Sesungguhnya penyakit keputihan ini juga bisa disebabkan karena rasa stress yang berlebihan. Rasa stress yang parah bisa menyebabkan seseorang mengalami penurunan kekebalan tubuh, hal ini juga bisa menyebabkannya mengalami serangan jamur penyebab keputihan yang tidak normal.

Perbedaan Keputihan Akut dan Keputihan Normal


Keputihan normal adalah keputihan yang terjadi secara wajar sehingga jumlahnya tidak akan terlalu banyak. Keputihan yang normal biasanya memiliki bentuk seperti lendir yang bewarna putih, bisa putih bening dan juga putih buram, keputihan normal sering juga meninggalkan bekas warna kuning kecoklatan di celana dalam jika digunakan dalam waktu yang lama. Sedangkan keputihan yang tidak normal bisa menyebabkan munculnya cairan atau lendir yang berwarna kuning atau hijau, keputihan akan disertai dengan rasa tidak nyaman di area panggul dan juga rasa nyeri yang parah. Jika pada kasus keputihan normal, rasa gatal sering kali menyertai tapi rasa gatal ini tidak akan separah rasa gatal jika mengalami keputihan yang tidak normal. Nyeri pada saat buang air juga sering terjadi pada penderita keputihan yang parah.

Cara Mengobati Keputihan yang Akut


Untuk mengobati keputihan yang akut, anda perlu mengetahui penyebab terjadinya keputihan tersebut. Jika anda sedang berada dalam masa stress, maka pengobatan menggunakan obat anti jamur akan membantu anda. Akan tetapi jika masalah penyebab keputihan akut ini karena virus yang berkembang, anda perlu menghubungi dokter untuk mengobati masalah keputihan ini. Tindakan yang sering diambil ketika mengalami masalah keputihan ini biasanya adalah pengobatan dengan menggunakan antibiotik.

Jika anda masih belum ingin pergi ke dokter untuk memeriksakan keputihan anda, anda bisa melakukan perawatan dengan menggunakan air rebusan daun sirih terlebih dahulu. Air rebusan daun sirih adalah salah satu antibiotik yang alami yang dapat membantu mengurangi penyebab infeksi. Usahakan anda menjaga kebersihan dengan mandi 2 kali sehari dan mengganti pakaian dalam ketika sudah terasa tidak nyaman.

Setelah anda mengetahui Ciri ciri Keputihan Akut/ Parah, Penyebab, Serta Cara Mengobatinya tapi pengobatan pertama tidak kunjung membuahkan hasil, maka anda tidak boleh ragu untuk segera mengunjungi dokter karena penyakit keputihan parah ini bisa jadi merupakan tanda infeksi dan penyakit berbahaya lainnya. 


Baca selengkapnya